- Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | -

Content

Sejarah Fotografi

FOTOGRAFI secara umum baru dikenal sekitar 150 tahun lalu. Ini kalau kita membicarakan fotografi yang menyangkut teknologi. Namun, kalau kita membicarakan masalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari peran cahaya, sejarah fotografi sangatlah panjang. Dari yang bisa dicatat saja, setidaknya "fotografi" sudah tercatat sebelum Masehi.


Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.

Kemudian, pada abad ke-10 Masehi, seorang Arab bernama Ibn Al-Haitham menemukan fenomena yang sama pada tenda miliknya yang bolong. Hanya sebatas itu informasi yang masih bisa kita gali seputar sejarah awal fotografi karena keterbatasan catatan sejarah. Bisa dimaklumi, di masa lalu informasi tertulis adalah sesuatu yang amat jarang.

Demikianlah, fotografi lalu tercatat dimulai resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya. <*enche>