- Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | Pre Wedding Photography | Wedding Photography | Candid Photography | Graduation Photography | Family Photography | Maternity Photography | Baby & Kiddy Photography | Company Profile Photography | ProductPhotography | -

Content

Belajar Fotografi dari Nol

Belajar digital fotografi adalah sesuatu yang kompleks. Maka dari itu banyak orang mungkin kebingungan bagaimana cara belajarnya.. harus memulai darimana?

Nah post ini berupaya untuk memberikan langkah-langkah praktis dalam belajar fotografi.

Pertama-tama kita memerlukan kamera. Berdasarkan ukuran sensor, kamera terbagi dua, kamera saku dan kamera DSLR. Lalu apa bedanya kamera saku dan kamera DSLR? Saya cuma mampu membeli kamera saku, apakah saya tidak bisa belajar fotografi dengan kamera saku? Jangan takut, meski murah, kamera saku memiliki kelebihan tersendiri dan jangan jadikan halangan untuk belajar fotografi.

Kedua kita perlu belajar tentang eksposur cahaya. Inti dari fotografi adalah eksposur, atau total cahaya yang masuk ke dalam sensor peka cahaya. Karena cahaya tersebutlah, foto itu terbentuk. Peran kita sebagai fotografer adalah mengendalikan jumlah cahaya yang masuk dengan mengubah besarnya bukaan lensa, kecepatan rana dan ISO. Tiga elemen ini saya sebut sebagai segitiga emas fotografi.

Ketiga, kita tentu harus mempelajari kamera kita, terutama mode-modenya, pengukuran cahaya (metering) dan auto fokus.

Keempat, kita perlu tahu apa itu kedalaman fokus (depth of field) dan apa faktor-faktornya.

Kelima, kita harus tau bagaimana mengambil gambar yang tajam dan tidak kabur.

Keenam, kita harus mempelajari komposisi foto yang baik dan menarik.

Ketujuh, kita harus mempelajari karakter cahaya terutama arah dan intensitas cahaya.

Kedelapan, kita harus belajar antisipasi dan mengambil foto pada waktu yang tepat.

Kesembilan, kita harus belajar bercerita lewat foto, entah dengan satu foto atau satu seri foto.

Kesepuluh, kita harus belajar mengolah foto dengan efek digital. Olah foto di era digital mudah dipelajari dan membuka bab baru dalam fotografi digital.

Demikian kira-kira runtutan belajar fotografi untuk pemula. Seperti yang kalian lihat, masih banyak tulisan yang saya bisa bahas dari tiap langkah tersebut. Fotografi merupakan ilmu yang berkembang begitu pesat dan tidak ada habisnya, namun bila menemui kesulitan, harap jangan menyerah dan pelajari dan terus praktekkan. <*enche>